Perkiraan atau peramalan tersebut lebih dikenal oleh pelaku ekonomi sebagai forecasting yang merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menjamin sebuah tingkat perkiraan agar akurat dan bisa digunakan sebagai dasar perhitungan sebuah proses bisnis kedepannya, Dalam hal ini tentu Anda memerlukan sebuah alat ukur yang akurat dan teruji berdasarkan jenis perkiraan itu sendiri. 

Forecasting sangat diperlukan ketika Anda akan menentukan jumlah produk yang akan hendak diproduksi. Tanpa melakukan proses ini, Anda mungkin akan kesulitan untuk menentukan berapa jumlah yang tepat. Seperti halnya jika produksi  terlalu banyak, Anda mungkin akan mengalami kerugian akibat permintaan yang sedikit, sementara jika jumlah produksi terlalu sedikit dan ternyata permintaan pasar sangat tinggi maka Anda akan kewalahan dalam memenuhi permintaan pasar. Disaat seperti ini lah forecasting adalah solusi yang tepat untuk menangani masalah tersebut.

Baca juga: Rumus cara menghitung DSO yang paling mudah dipraktekkan 

Salah satu manfaat yang Anda dapat dari melakukan forecasting adalah untuk mengalokasikan anggaran agar tepat sasaran dan tidak berlebihan untuk suatu produk. Selain itu, ada beberapa manfaat lainnya yang bisa Anda dapatkan, seperti:

  • Memprediksi masa depan bisnis atau usaha Anda
  • Memenuhi kepuasan pelanggan
  • Tetap mengikuti tren
  • Mudahkan saat proses meminjam uang
  • Sebagai tolak ukur dan menjaga kondisi keuangan perusahaan

Dalam melakukan forecasting diperlukan langkah yang tepat untuk menjalankannya, Berikut ini langkah yang dapat kita jadikan sebagai acuan, yaitu :

Menetapkan tujuan 

Anda perlu menetapkan tujuan dari forecasting seperti produksi untuk per-minggu, per-bulan atau dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, tetapkan juga hal lainnya seperti maintenance atau penjualan. 

Memilih jangka waktu 

Yaitu dengan memilih tipe model peramalan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalnya seperti melakukan peramalan atau perkiraan  pada setiap bulan, setiap tahun atau sebaiknya menggunakan model peramalan lebih dari satu time frame.

Pengumpulan data selama proses

Setelah itu, Anda perlu mengumpulkan data. Data tersebut bertujuan untuk membantu Anda dalam pengambilan keputusan akan hasil yang ingin Anda lakukan sesuai dengan tujuan. 

Analisa hasil dan pengambilan keputusan

Setelah mengumpulkan data, lakukan analisa agar mengetahui hasil yang Anda peroleh, maka Anda juga bisa memasukkannya sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. 

Adapun metode dalam forecasting dibagi menjadi dua, yakni metode kualitatif dan kuantitatif. Cara kualitatif dilakukan dengan berdasarkan pendapat dan analisis deskriptif, sementara cara kuantitatif dilakukan dengan berdasarkan hitungan matematis.

Baca juga: Sales canvasing, aspek rawan fraud yang perlu Anda waspadai

Berikut ini adalah beberapa metode kuantitatif yang paling sering digunakan:

Time series

Metode time series atau deret waktu merupakan metode prediksi yang didasarkan pada data-data masa lampau dari suatu variabel dan  kesalahan di masa lalu yang berurutan menurut waktu, seperti tahun, bulan, minggu, atau hari. Terdapat dua alat analisis untuk menggunakan metode time series ini, yaitu pemulusan (smoothing) dan dekomposisi (decomposition).

  1. Smoothing mendasarkan prediksinya dengan prinsip rata-rata dari kesalahan masa lalu (Averaging smoothing past errors) dengan cara menambahkan persentase kesalahan prediksi sebelumnya (percentage of the errors), yang didapat dari perbedaan antara nilai sebenarnya (actual value) dengan nilai prediksinya (forecasting value).
  2. Decomposition mendasarkan prediksinya dengan membagi data time series menjadi beberapa komponen yang selanjutnya akan mengkombinasikan prediksi dari komponen-komponen tersebut. 

Metode kausal

Metode prediksi kausal adalah suatu model sebab-akibat antara permintaan yang diramalkan dengan variabel-variabel lain yang dianggap berpengaruh. Data dari variabel-variabel tersebut dikumpulkan dan dianalisis untuk menentukan validitas dari model peramalan yang diusulkan. Metode ini biasanya digunakan ketika variabel-variabel yang menjadi penyebab sudah diketahui.

Sedangkan metode forecasting kualitatif lebih bersifat subjektif daripada metode kuantitatif. Hal ini, dikarenakan metode kualitatif dipengaruhi oleh latar belakang dari seseorang seperti, emosi, pendidikan, intuisi, dan sebagainya, sehingga hasil setiap orang kemungkinan besar akan berbeda.

Berikut ini adalah beberapa teknik yang dapat Anda gunakan dalam metode kualitatif, misalnya:

Survei pasar

Teknik ini dilakukan dengan cara meminta pendapat dari konsumen potensial tentang rencana pembelian pada saat periode pengamatan berlangsung. Survei dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti kuesioner, wawancara langsung, atau panggilan telepon.

Opini dari bagian eksekutif perusahaan

Teknik ini dilakukan dengan cara meminta pendapat dari kelompok kecil yang terdiri atas manajer pemasaran, manajer produksi, manajer teknik, manajer keuangan, dan manajer logistik. Hasilnya kemudian digabungkan dengan model statistik.

Gabungan tenaga penjualan

Teknik ini menggabungkan prediksi dari tenaga penjualan di daerah masing-masing, yang kemudian digabungkan di tingkat provinsi dan nasional. Teknik ini perlu Anda pertimbangkan karena prediksi tersebut berasal dari orang yang sudah mengenal wilayahnya secara langsung

Author