Cash flow atau arus kas merupakan salah satu hal yang terpenting dalam bisnis dan harus dipahami oleh setiap orang. Baik dalam hal urusan pribadi atau untuk organisasi. Buat kalian yang baru saja bekerja dan mempunyai impian untuk meraih financial freedom. Maka informasi mengenai arus kas ini merupakan hal yang sangat penting.
Menurut data statistik dari Fortunly, setidaknya sebanyak 30% pengusaha kecil akan gulung tikar karena kehabisan uang atau modal. Nah, untuk menghindari hal ini, kalian perlu memahaminya secara mendalam. Namun, untuk saat ini, yuk, mulai dari dasar-dasarnya dulu.
Pemahaman kalian tentang arus kas akan membantu kalian dalam memantau bagaimana uang masuk dan uang keluar.
Tanpa perlu basa-basi lagi, langsung saja simmak penjelasan dari Paper.id di bawah ini, ya!
Baca Juga: 3 Cara Pastikan Cash Flow Lancar untuk Jaga Kesuksesan Bisnismu
Apa Itu Cash Flow?
Dikutip dari halaman Coorporate Finance Institute, Cash flow merupakan sebuah kenaikan atau penurunan jumlah uang yang dimiliki suatu bisnis, institusi, atau individu.
Cash flow bisa dijadikan sebagai pengukuran jumlah uang masuk dan uang keluar selama periode tertentu.
Dari situ bisa diambil data, apakah keuangan bisnis kalian cukup memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari atau tidak.
Dalam bidang keuangan, istilah cash flow sendiri menggambarkan jumlah uang yang dihasilkan serta dikonsumsi selama jangka waktu tertentu.
Pemasukan yang besar dari aktivitas bisnis menunjukan bahwa arus kas yang kita hasilkan memiliki tren yang sangat positif.
Sebaliknya, jika laporan terpantau negatif, maka pengeluaran jauh lebih besar dibandingkan dengan pemasukan.
Jenis-Jenis Arus Kas
Ada beberapa jenis arus kas yang perlu kalian tahu, sebagai berikut:
1. Operational cash flow
Untuk jenis arus kas ini, ada beberapa kelompok seperti kas yang diterima (pemasukan), kas yang dibelanjakan (pengeluaran) dari suatu bisnis untuk aktivitas bisnis. Pemasukan bisa bersumber dari penjulan barang atau jasa, layanan, pinjaman, dan lain sebagainya. Untuk pengeluaran sendiri bisa bersumber dari gaji pegawai, tagihan listrik, pemeliharaan, dan lain sebagainya.
2. Investment cash flow
Jenis cash flow ini merupakan kas yang diterima dari penjualan aset berumur panjang. Bisa dibilang cashflow ini dikeluarkan untuk belanja modal, seperti investasi dan lain sebagainya.
3. Financing cash flow
Selanjutnya ada financing cash flow, ini merupakan jenis arus kas pembiayaan atau pendanaan.
Pendanaan ini didapat perusahaan dalam periode waktu tertentu. Kelompok ini terdiri dari beberapa macam seperti, kas yang diterima dari penjualan & pembelian saham, kas yang dibayarkan dividen ke pemegang saham, hingga kas yang digunakan untuk bayar pokok pinjaman.
Kondisi Cash Flow
Arus kas usaha umumnya mempunyai 2 kondisi, yaitu positif dan negatif. Berikut penjelasannya:
1. Positif
Jika kas yang masuk ke dalam perusahaan lebih besar dibanding dengan pengeluaran, maka terjadi arus kas positif.
Bisnis yang memiliki arus kas yang baik, maka dapat berjalan terus menerus tanpa injeksi dari luar.
Arus kas sendiri bisa dari berbagai faktor, dikutip dari buku yang berjudul rahasia analisa fundamental saham. Arus kas yang positif bisa terjadi karena adanya uang masuk, perusahaan menjual asetnya, atau ada suntikan modal dari pemegan saham.
2. Negatif
Arus kas yang menunjukkan kondisi negatif ini terjadi karena pengeluaran dari perusahaan lebih besar dibandingkan dengan pemasukan perusahaan.
Banyak faktor yang menyebabkan hal ini, misalnya karena perusahaan melakukan ekspansi, atau membeli aset baru, hingga mengakuisisi perusahaan.
Mungkin saja arus kas yang negatif menunjukan bahwa perusahaan sedang mengeluarkan uang untuk berinvestasi. Harapannya, upaya ini dapat menghasilkan keuntungan untuk bisnis di waktu mendatang.
Baca Juga: 5 Cara Mudah Untuk Memperlancar Cash Flow Bagi UMKM, 100% Valid!
Kesimpulan
Itulah penjelasan secara singkat mengenai apa itu cash flow, jenis-jenisnya, dan kondisi yang perlu dipahami olehmu sebagai pebisnis.
Membuat laporan arus kas merupakan sebuah keharusan bagi kalian para pemilik bisnis terutama kalian yang telah memiliki investor atau stakeholder eksternal.
Selain arus kas, pembuatan invoice penjualan juga merupakan hal yang sangat penting. Untuk mempermudah semua itu, kalian bisa menggunakan aplikasi Paper.id yang mempermudah kalian dalam menjalankan bisnis nantinya.
Dengan menggunakan Paper.id, kalian bisa membuat laporan arus kas hingga invoice online secara mudah dan gampang, yuk, daftar sekarang juga dengan klik tombol dibawah ini!


