Paper.id Blog – Dulu, pembayaran yang dilakukan untuk bisnis B2B masih dilakukan secara konvensional dan manual. Seperti pada tahun 1996, sebuah perusahaan finance yang bernama McDayo Plc harus membayar tagihan ke vendor terkait kontrak pembangunan. 

Tentunya, kepala bagian keuangan saat itu, Mr. Dike, perlu mengurus berbagai dokumen cek yang harus dikeluarkan yang setelah itu harus dikirimkan ke berbagai pihak. 

Tentunya perwakilan dari vendor yang bekerja sama dengan McDayo Plc harus mengambil cek tersebut ke kantor McDayo Plc, dimana setelah itu mereka harus datang ke bank untuk mencairkan cek yang mereka ambil dari kantor McDayo Plc. 

Pembayaran konvensional atau secara tunai telah dilakukan secara berabad-abad, bahkan jauh sebelum era perkembangan yang serba teknologi saat ini. Selama bertahun-tahun dan berabad-abad, pemerintah telah menciptakan segala jenis mata uang, mulai dari kertas hingga logam. 

Saat ini uang tunai telah digunakan dimanapun, dan memiliki fungsi yang nyata dan baik untuk keperluan sehari-hari. 

Nah, dari pembayaran yang dilakukan secara konvensional dulu, sekarang sudah beralih ke sebuah pembayaran digital, dimana pembayaran digital merupakan pembayaran yang orang-orang tidak memerlukan uang cash atau fisik dalam melakukan transaksi nya. 

Selain digunakan dalam B2C, pembayaran digital juga telah berkembang secara pesat untuk bisnis yang ada di dalam bidang B2B antar bisnis. 

Dikutip dari halaman tryduplo.com, disebutkan bahwa pada tahun 2030, pembayaran dengan uang fisik atau cash akan tergantikan dengan pembayaran digital. 

Para ahli mengatakan bahwa pada tahun 2030, transaksi dengan mata uang digital akan tumbuh sebesar 61% – 81% secara global di seluruh dunia. Oleh karena itu penggunaan uang cash akan tergantikan dengan pembayaran digital.

Selain itu juga penyebab mengapa uang cash pada tahun 2030 digantikan dengan pembayaran digital ialah, ketika penggunaan cash masih disalahgunakan, uang cash masih sering digunakan untuk tindak kejahatan pencucian uang, serta tindak kejahatan yang lainnya. Dengan pembayaran yang dilakukan secara digital atau cashless, maka itu dapat dilacak dengan mudah. 

Baca Juga:Duplicate Payment, Masalah Yang Sering Ditemui dan Solusi Mencegahnya.

Faktor Perubahan Pembayaran Bisnis B2B

Banyak sekali faktor yang menyebabkan perubahan pembayaran bisnis B2B yang semula Cash atau uang tunai digantikan dengan Pembayaran digital. Berikut beberapa hal tersebut:

Perkembangan Juga Perluasan Bisnis

Perkembangan dan perluasan dari sebuah bisnis tergantung kepada kualitas barang dan juga jasa yang disediakan. Oleh karena itu, perusahaan yang memiliki hubungan yang kuat dengan vendor barang atau jasa yang dijual perusahaan akan bertumbuh dengan baik di pasar. 

Mempertahankan hubungan dengan vendor merupakan sebuah keharusan, dimana dengan bekerja sama dengan vendor, maka arus kas yang dimiliki oleh perusahaan tersebut cukup baik. 

Perusahaan yang mempertahankan pembayaran B2B dengan baik, maka mereka akan mendapatkan pasokan barang atau jasa yang bagus dan cepat.

Sebuah bisnis berkembang dengan luas membutuhkan sebuah metode pembayaran yang jauh lebih cepat dan praktis. Oleh karena itu ini bisa menjadi salah satu faktor yang terjadi untuk perubahan pembayaran bisnis khususnya B2B. 

Faktor Penggunaan Teknologi

Dengan percepatan digitalisasi perkembangan teknologi saat ini, sangat memungkinkan segala behaviour yang terjadi antara dulu dan sekarang sangat lah berbeda. Bahkan dengan perkembangan teknologi saat ini, dulu yang pembayaran dilakukan secara konvensional bisa beralih secara digital. 

Alih-alih menggunakan teknik konvensional, saat ini, banyak sekali perusahaan atau bisnis yang menerapkan dan menerima pembayaran digital, yang sebelumnya dilakukan secara konvensional. 

Lalu Apa itu B2B Payment?

B2B Payment merupakan sebuah pembayaran transaksi yang terjadi diantara kedua bisnis barang atau jasa yang disediakan. Pembayaran yang terjadi di dalam B2B payment bisa terjadi lebih dari satu kali atau berulang, hal ini disesuaikan dengan kesepakatan dari kedua belah pihak. 

B2B Payment sangatlah berbeda dengan B2C, perbedaan yang mencolok ialah saat penetapan harga dan juga penawaran. Biasanya di B2C sering memberikan penawaran diskon seperti Buy one get one atau diskon 50% dan lainnya. Setiap konsumen dalam bisnis B2C membayar dengan harga yang sama. 

Berbeda dengan B2B Payment, harga yang ditawarkan sering berubah tergantung dengan kontrak yang telah didiskusikan antara pembeli dan juga penjual. Perbedaan lainnya seperti pengambilan keputusan, dalam B2C, pelanggan membeli produk untuk keperluan individunya dan cenderung lebih cepat dalam pengambilan keputusannya. 

Berbeda dengan B2B, pengambilan keputusan dalam B2B jauh lebih lama. Karena pembelian B2B sering lebih mahal dan mempunyai jumlah pembelian yang besar dibandingkan dengan B2C. 

Dan itulah mengapa begitu banyak bisnis B2B bergerak cepat menuju transaksi digital— untuk menyederhanakan proses dan meningkatkan keseluruhan pengalaman baik bagi pembeli maupun penjual.

Manfaat B2B Digital Payment 

Ada beberapa manfaat yang bisa diberikan ketika sebuah bisnis B2B menerapkan digital payment dalam bertransaksi. Sebagai berikut:

Memperlancar Arus Kas

Dengan proses manual tradisional dan sistem yang terputus-putus, transaksi B2B seringkali membutuhkan banyak waktu dan tugas yang monoton. Namun, pembayaran B2B digital adalah kunci untuk mengotomatisasi dan merampingkan seluruh proses pembayaran.

Daripada melacak cek bolak-balik antara pembeli dan pemasok, Kalian dapat menggunakan solusi pembayaran digital untuk mengelola dan mencatat setiap transaksi.

Pembayaran Terjamin

Tidak hanya proses manual pembayaran B2B yang membosankan dan memakan waktu, tetapi juga berisiko kesalahan manusia atau penipuan pembayaran. Sebagai perbandingan, solusi pembayaran digital adalah pilihan yang lebih aman, seringkali menghasilkan sedikit atau tanpa kesalahan. 

Dikutip dari situs Bigcommerce.com faktanya, menggunakan pembayaran digital sebagai pembayaran transaksi B2B dapat meminimalkan kasus penipuan dengan nilai persentase penipuan hanya 3% dibandingkan dengan menggunakan manual yang bisa menyentuh hingga 74%. 

Baca Juga: Cara Membuat Invoice Dengan Mudah, Pebisnis Wajib Tahu!

Mendekatkan hubungan dengan client

Terakhir, setiap pihak dalam transaksi hanya ingin menerima produk atau uang mereka tepat waktu. 

Menyelesaikan pembayaran tepat waktu sangat penting untuk membentuk dan memelihara hubungan klien yang baik. Semakin konsisten Anda melakukan pembayaran, semakin dapat dipercaya Anda di mata pelanggan, dan mudah-mudahan, semakin besar kemungkinan mereka untuk kembali berbisnis di masa mendatang.

Nah itulah beberapa manfaat dalam menggunakan pembayaran digital sebagai alat transaksi bisnis B2B. Buat kalian yang ingin menggunakan pembayaran digital sebagai alat pembayaran, kalian bisa menggunakan Platform Pembayaran Bisnis untuk B2B.

Dengan menggunakan Paper.id kalian bisa menerima pembayaran jauh lebih cepat tanpa perlu melakukan cek secara manual. Selain fitur pembayaran digital, Paper.id menyediakan berbagai fitur yang memudahkan bisnis, seperti aplikasi invoice online, hingga software akuntansi dasar.

Yuk, buruan daftar sekarang juga dan gunakan Paper.id untuk memudahkan bisnis kalian, daftar sekarang juga dengan klik tombol dibawah berikut.

Author