Apa yang dimaksud dengan revenue- Tujuan utama dalam berbisnis adalah untuk mendapatkan keuntungan. Agar hasil yang didapatkan maksimal, seorang pemilik usaha harus bisa membuat strategi pemasaran yang bagus. Selain itu, mereka juga harus bisa membuat pencatatan di dalam Laporan Keuangan secara teliti sehingga tidak ada satupun detail yang lupa tercatat.

Berkembangnya teknologi juga membuat para pemilik usaha semakin mudah dalam mencari alat yang bisa mempermudah bisnisnya. Salah satu cara untuk melakukan hal tersebut adalah dengan menggunakan Software Akuntansi Online. Sebab, dalam sebuah aplikasi seorang pemilik usaha langsung bisa mengurusi semua persoalan bisnisnya dengan mudah.

Dalam Software Akuntansi tersebut, pemilik usaha bisa membuat Chart of Account secara otomatis. Salah satu akun yang harus tercatat di dalam COA tersebut adalah Revenue (Pendapatan). Namun, revenue bukanlah keuntungan yang kamu dapatkan dalam sebuah bisnis. Lantas, apa yang dimaksud dengan revenue sebenarnya?

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan COA (Chart of Account)?

Apa yang Dimaksud dengan Revenue?

Bisnis Konsinyasi

Bisnis Konsinyasi

Pendapatan (Revenue) adalah uang yang diterima pemilik usaha atas terjualnya produk ataupun jasa yang ia tawarkan kepada pelanggan. Lebih lanjut, revenue bisa juga dikatakan hasil dari seluruh bisnis yang dicatatkan di dalam Laporan Keuangan namun hanya berasal dari satu periode tertentu saja. Catatan tersebut masih merupakan jumlah kotor, belum dipotong dengan biaya produksi dll.

Revenue yang didapatkan seorang pemilik usaha bisa terjadi melalui dua hal yakni operating revenues ataupun non-operating revenues. Lantas, apa yang membedakan pendapatan seorang pemilik usaha berdasarkan kedua hal tersebut?

  1. Operating Revenues: Pendapatan yang dihasilkan seorang pemilik usaha berkaitan dengan aktivitas bisnis, misalnya hasil penjualan atau jasa.
  2. Non Operating Revenues: Pendapatan yang dihasilkan bukan berdasarkan aktivitas bisnis, misalnya saham ataupun bunga deposit dari bank.

Di dalam sebuah bisnis, pendapatan (revenue) berbeda atau berbanding terbalik dengan penghasilan (income). Di bawah ini, Paper.id akan memberitahu kalian apa yang membuat keduanya berbeda dan tidak dimasukkan ke dalam satu bagan akun (chart of account) yang sama.

Baca Juga: Bagaimana Cara Membuat COA Untuk Usaha Kecil Menengah?

Contoh Laporan Revenue

Laporan Revenue

Laporan Revenue

Di atas merupakan sebuah contoh Laporan Pendapatan yang dibuat oleh Amazon dalam rentan waktu 3 tahun terakhir. Ecommerce terbesar di dunia tersebut membuat sebuah laporan terbuka untuk umum. Tujuannya adalah agar masyarakat bisa mengetahui apabila perusahaan tersebut mampu bersaing di dalam dunia teknologi. Di catatan tersebut, revenue mereka tulis sebagai sales.

Dari catatan tersebut bisa dilihat jika pendapatan Amazon sangat berkembang di dalam 3 tahun terakhir. Dalam segi pendapatan, mereka setidaknya mengalami peningkatan sekitar 30 ribu dollar pertahunnya, baik dari sisi penjualan secara produk maupun jasa. Dapat terlihat jika revenue mereka sepanjang 2015, 2016 hingga 2017 berturut-turut adalah 107 ribu dollar, 135 ribu dollar dan yang terakhir 177 ribu dollar.

Lebih lanjut, dari bagan pendapatan tersebut, Amazon juga bisa menyimpulkan apabila produk mereka memang terlihat sangat berpotensi untuk memberikan profit yang lebih besar dibandingkan jasa. Walaupun begitu, keduanya sama-sama bisa memberikan pendapatan yang signifikan bagi Amazon.

Baca Juga: Pengertian Aset dan Jenisnya, Seberapa Penting Untuk Bisnismu?

Perbedaan Revenue dan Income

Income

Income

Apa yang dimaksud dengan revenue (pendapatan) itu sama dengan income (penghasilan)? Jawabannya tidak. Kedua terminologi di dalam bisnis tersebut memiliki makna yang berbeda. Sebab, pendapatan merupakan hasil kotor dari sebuah penjualan produk atau jasa dalam satu periode. Sedangkan, penghasilan merupakan keuntungan bersih atau netto dalam sebuah periode bisnis.

Income= Revenue – Expense

Penghasilan yang didapatkan seorang pemilik usaha bisa didapatkan setelah kamu mengetahui pendapatan total dalam satu periode. Setelah itu, kamu harus menguranginya dengan beban (pengeluaran) di periode yang sama. Beberapa contoh yang akan berada di dalam akun beban adalah gaji pegawai, peralatan kerja dll.

Contohnya, kamu bisa melihat di dalam Laporan Pendapatan yang tertera di atas. Amazon membuat sebuah Laporan yang cukup akurat bukan hanya mengenai revenue tetapi juga income perusahaan dalam tiga tahun terakhir. Hasil akhir dari penghasilan mereka bisa kamu lihat pada net income yang tertera di tabel paling bawah.

Amazon bisa mendapatkan net income setelah mereka mengurangi revenue mereka “Net Product/Service Sales” dengan beberapa expense (beban) yang bisa kamu lihat di dalam “Operating Expense”. Jadi, apakah kalian sudah mengerti yang membedakan Revenue dengan Income?

Jika kamu ingin membuat sebuah Laporan Keuangan yang mudah seperti di atas, kamu bisa menggunakan Paper.id. Software Akuntansi #1 di Indonesia tersebut bisa memudahkan kamu dalam membuat berbagai Laporan dalam bisnis sekaligus beberapa manfaat lainnya, seperti Pengiriman Invoice, Pembuatan Kwitansi hingga Pengelolaan Stok yang lebih efisien. Klik di bawah yang untuk bisa menggunakan Gratis.

 

Author