Definisi Account Payable
“Account Payable atau Utang Usaha; Ek utang perusahaan kepada pihak luar”
Kamus Besar Bahasa Indonesia Kemendikbud
“Uang yang terutang oleh bisnis kepada pemasoknya yang ditunjukkan sebagai kewajiban pada neraca perusahaan.”
Wikipedia
Apa Itu Account Payable?
Account payable (AP) atau bisa disebut akun hutang atau utang usaha, mengacu pada kewajiban jangka pendek suatu perusahaan yang terutang kepada kreditor atau pemasok yang belum dibayar. Hutang ini sendiri nantinya akan muncul di neraca perusahaan sebagai kewajiban lancar.
Dalam bisnis, utang perusahaan tidak dianggap sebagai kondisi keuangan yang tidak sehat. Pasalnya, utang tersebut sangat dibutuhkan agar kegiatan operasional perusahaan tetap dapat berjalan lancar.
Perbedaan utang dagang dan utang usaha terletak pada cara penerapannya. Utang usaha adalah kewajiban perusahaan untuk membayar hutang terkait dengan inventaris, sedangkan utang dagang yaitu tanggung jawab perusahaan atas keseluruhan utang jangka pendek.
Selain itu juga, istilah account payable (AP) mengacu pada sebuah departemen atau divisi dalam suatu bisnis, yang memiliki tanggung jawab untuk melakukan pembayaran utang suatu bisnis kepada supplier atau kreditor.

Contoh Account Payable
Berikut adalah contoh-contoh akun payable:
- Utang Dagang: Kewajiban kepada pemasok atau vendor atas barang atau jasa yang telah diterima namun belum dibayar.
- Utang Sewa: Pembayaran yang belum diselesaikan atas sewa tempat usaha atau peralatan.
- Utang Pajak: Pajak yang masih harus dibayarkan kepada instansi pajak, seperti PPN (Pajak Pertambahan Nilai) atau PPh (Pajak Penghasilan).
- Utang Gaji: Gaji atau upah karyawan yang belum dibayarkan.
- Utang Bunga: Bunga yang harus dibayarkan atas pinjaman yang belum lunas.
Setiap kali perusahaan menerima barang atau layanan tanpa membayar secara langsung, akun payable mencatat kewajiban untuk membayar di masa mendatang.